Satu senyum
August 14th, 2011 by nadinechandrawinataSatu senyum
Menyadari perairan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati terkaya-di dunia, membuat aku merasa beruntung. TERLALU banyak pilihan situs yang mengagumkan dan peluang emas bagi photografer bawah air mendapatkan hasil jepretan yang luar biasa dinegara kepulauan ini.
Teriak ” diving, diving, diving, i love diving!!!” . Pelan pelan tapi pasti, coba untuk tiap bulan bertambah satu nama pulau dalam list travelingku. Aku langsung ke depan map diruang kaca, mengambil pin board dan mikir sejenak, tusuk daerah mana ya yang bisa aku datangi untuk 5 hari? Okey, north Sulawesi!
Pesawat take off jam 5 pagi, sehingga jam 3 dini hari ,kita sudah harus berangkat menuju airport. Karna “yang urus pesawat” kurang teliti, alhasil, aku dan 3 orang dari teamku, harus lari ke ruang tunggu karna tinggal 5 menit sebelum pintu pesawat tutup. Belum tidur, tidak beres urus tiket, dapat double kata “menunggu” sambil berdiri, zombie time!
Aku tidak pernah bepergian tanpa buku catatan perjalananku. Selain memiliki sesuatu yang sensasional untuk dibaca slama menunggu, tapi aku juga dibantu ambil keputusan selama pejalanan. Okey review…
BUNAKEN, tempat aku berguru mendapatkan diving license,mulai open water sampai resque diver. Di sini kita menemukan akan menemukan Mimic Octopus, Sea horses, Frog fish, Hairy frog fish, Flamboyan cuttel fish, Ghost pipe fish dan masih banyak lagi akan kita lihat dalam dunia ikan.
LEMBEH, lingkungan bawah laut benar-benar unik di sini. Komposisi bawah terutama pasir hitam dengan kepala karang kecil & puncaknya. Apa yang membuat suatu tujuan seperti yang luar biasa adalah jumlah besar hidup unik yang memiliki spesialisasi dalam lingkungan, seperti Hairy frog fish, flamboyan cuttle fish, Rhinopias (lazy scorpion fish), Mimic octopus, Wonderpus, Pigmy seahorse, electric shell, Hairy octopus, giant frog fish, dll.
Favoritku, Untuk penginapan coba mampir ke http://www.bastianos.com/resort
Dan sekarang, aku akan ke Pulau BANGKA yang cantik akan pasir putihnya. Coba cek http://www.murexdive.com/ , nach disiniah aku menginap. Nice formasi, menyelam situs puncak, nightdives indah, penuh softcorals dan garden fishes. Berhubung sekarang aku berada di murex resort, yang mana masih sangat kental keramahan dan kenyamanan yang kurasakan, setidaknya berbagi cerita, menjadi info bagi pencari tempat liburan. Divespot di Batu Goso, yang penuh blackpatch triggerfish, pallete surgeonfish, moorish idol, spiral coral, black coral, sea fan, dea anemone 40 cm. Dihiasi sejumlah pinakel curam naik dari kedalaman dan juga drift bisa dilakukan di sekitar mereka. Begitu juga dive spot diTiga Batu, aku ditemani oleh Spotted boxfish, fire dartfish, Star puffer, Spotted boxfish, notodoris gardineri (banana nudibranch). Belum bisa berhenti memuji kehidupan awah laut karna dive spot diSahaung 1&Sahaung 2, ribuan, gardenfish, trompetfish, ballonfish, surgenfish, angelfish, coralfish, dll. Sejumlah batu-batu besar dan puncaknya dapat diselami di Sahaung dan formasi langkah besar dapat dilihat.
Tidak kalah Paradise Pier, yang dikenal dengan mud spot memang sangat berkesan. Sebelum turun, aku sudah dikejutkan denan kehadiran dugeng dipermukaan air, tapi sayang saat menyelam , dia sudah say “bye- bye!” dan tidak mampir lagi. Memang visibility kurang dari 3 mtr, tapi aku dsini bertemu penghuni laut yang cukup ramah dalam berpose. Dari White eyed moray, tigertail seahorse, sampai ornate ghost pipefish (black, white, red) menjadi drama queen dalam satu jam. Hasil foto yang sempurna walaupun hanya jarak pandang 3 meter. Bahkan ‘perjalanan’ untuk gunung berapi bawah laut magnificient menjadi penutup sambil menunggu waktu tuk safety stop.
Kali ini aku menyelam ditemani dengan air suhu 27 ° C serta angin cukup kencang dan menghabiskan 5 hari tapi terasa seperti liburan selama 1 bulan. Satu senyum dari bangka berarti seribu bahagia dihatiku.
Terima kasih North Sulawesi,
NadineCh
RIAU
Tesso Nilo merupakan kawasan konservasi terluas ke-4 didunia. Sebuah pengalaman langka, ketika saya bertemu langsung dengan keluarga Gajah Sumatra di Camp Flying Squad. Dengan maksud mengurangi konflik yang terjadi antara manusia dan gajah, selain dengan gajah, team Flying Squad juga berpatroli dengan menggunakan motor dan mobil. Pengusiran gajah liar juga menggunakan alat bantu berupa meriam yang terbuat dari pipa paralon(PVC) yang mengeluarkan suara keras. oiya,pengalaman yang seru, selain berjalan-jalan dengan gajah, saya juga sempat memandikan gajah di anak sungai, serruuuuuuu!
Jujur saja, semangat 45!!,saat diajak oleh WWF untuk bersama-sama mengkampanyekan program edukasi Green and fair.. Lebah liar (Avis Dorsata) bersarang banyak pohon seperti Kempas,Kefundung Terap! Meranti. Team Jakarta menelusuri sungai Nilo untuk melihat pohon sialang yang disarangi lebah liar. Kata penjaga hutan, bisa dihinggapi 30-80 sarang dan dipanen 3 kali dalam setahun. Saya dapat kesempatan emas dengan melihat langsung dan mencoba pengirisan madu. Waktu pengirisan, diharuskan menggunakan sarung tangan dan masker, terbukti lestari dan higienis! Sarang yang telah diiris,diletakkan diatas bambu lalu dibiarkan menetes secara alami, tanpa diremas tangan!!!.
Fair.. Adil.. Adil.. Adil… Untuk menjamin kelangsungan hidup para petani madu hutan Tesso Nilo, WWF membantu lewat program green and fair yang mana dengan menjadikan produk bersertifikasi organik, dan juga memperpendek rantai antara produsen dan konsumen, pastinya meningkatnya jumlah pendapatan dan pasti menambah nilai jual madu hutan Tesso Nilo.
DIVEMAG Indonesia
Put on your 3Dglasses.



Biasanya, seorang ibu mengajak kedua buah hatinya jalan-jalan sore. Dijaga ketat bagai sekantong emas, terkadang memanggil nama atau juga memegang buntut supaya tidak lari. Kepasarpun, sering diajak bagaikan anjing penjaga. Waktu masih kecil, rata-rata, seekor babi sengaja dibutakan matanya sehingga tidak bisa mencuri hasil perkebunan. ibu bercerita bahwa setiap pagi,babi kesayangannya juga disusui , tampak kasih sayang sama besar pada sikaki empat dan anaknya sendiri. Hampir diseluruh dusun, setiap keluarga memiliki binatang emas ini, salah satunya di kampung Susi.
Hati riang tertawa senang dirasakan kembali saat bertemu suku Sursurey sedang jalan menuju acara peresmian gereja. Perkenalan dengan kita dilakukan dengan unik, yaitu menari bersama. Pemimpin rombongan mulai berteriak tanda bersiap. Seketika, kegembiraan berada ditengah kita. Perempuan mengenakan pakaian tradisional yang warna warni serta para lelaki membawa parang, senapan, pisau, panah untuk berburu, pun juga ikut bergabng.
24 October 2010
Memang cantik pemandangan pegunungan Arfak, selain masih alami, saya bisa menghirup udara segar tanpa polusi.. Langka ni.. Dijakarta boro-boro bisa nafas, keluar rumah saja sudah macet dijalan. Kapan ya bisa jalan bebas macet kayak dulu? Bermimpilah…..
Sweet,
21october 2010,
Sebenarnya sangat jelas bahwa selain menjadi rumah bagi ikan, berguna juga sebagai pelindung pantai dari gelombang laut. Bayangan hidup tanpa terumbu karang, seperti manusia kehilangan rumah yang dilanda banjir, lenyap! sedih…
Semua kerusakan berawal juga dari penambangan pasir dan pembangunan jalan melewati kawasan konservasi. Otomatis, sistem ekologi berubah dan memutuskan rantai kehidupan. Setelah melihat situasi ini, semua balik kependidikan. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan tetapi komponen bangsa. Persoalan Papua Barat akan pendidikan adalah selain kurangnya pengajar, keterbatasan akan fasilitas penunjang pendidikan seperti buku pelajar dan perpustakaan, membuat motivasi anak semakin rendah.
19 October 2010,
Dari Waisai, kita langsung menggunakan speed boat menuju Waiwo, hanya 5 menit, kita sudah sampai Raja Ampat Dive Resort. luar biasa resort ini, selain mengambang mengikuti tinggi permukaan laut, dermaga berwarna biru kuning ini seperti red carpet yang mengarah dalam hutan.
Selamat pagi… Sudah jam 8 pagi, dibuka dengan roti stawberry, mie goreng, dan kopi hitam plus suara ombak, memang suasana sarapan yang tenang membuat hariku lebih seru. Let’s go to dive!
Fish,
13 October 2010
Selanjutnya kita memburu obyek wisata ” Telapak Tangan dinding Batu” yang berlokasi dikampung Fior.
Satu lagi cerita mistis, tidak jauh dari lukisan dibatu, sekitar 20 menit, saya melihat kuburan putri laut. Tapi masyarakat percaya itu adalah rumah putri laut. Disekitar kuburan, ada 3 tengkorak , meja untuk sesajen, serta papan kayu ‘ Dilarang naik disini tanpa izin lazim’, ada yang ganjil.. mesjid wertuer dan kuburan putri berwarna sama, yaitu hijau muda.. Teka teki silang nich!
