Satu senyum

August 14th, 2011 by nadinechandrawinata

Satu senyum

Menyadari perairan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati terkaya-di dunia, membuat aku merasa beruntung. TERLALU banyak pilihan situs yang mengagumkan dan peluang emas bagi photografer bawah air mendapatkan hasil jepretan yang luar biasa dinegara kepulauan ini. 

Teriak ” diving, diving, diving, i love diving!!!” . Pelan pelan tapi pasti, coba untuk tiap bulan bertambah satu nama pulau dalam list travelingku. Aku langsung ke depan map diruang kaca, mengambil pin board dan mikir sejenak, tusuk daerah mana ya yang bisa aku datangi untuk 5 hari? Okey, north Sulawesi!

Pesawat take off jam 5 pagi, sehingga jam 3 dini hari ,kita sudah harus berangkat menuju airport. Karna “yang urus pesawat” kurang teliti, alhasil, aku dan 3 orang dari teamku, harus lari ke ruang tunggu karna tinggal 5 menit sebelum pintu pesawat tutup. Belum tidur, tidak beres urus tiket, dapat double kata “menunggu” sambil berdiri, zombie time!

Aku tidak pernah bepergian tanpa buku catatan perjalananku. Selain memiliki sesuatu yang sensasional untuk dibaca slama menunggu, tapi aku juga dibantu ambil keputusan selama pejalanan. Okey review…

BUNAKEN, tempat aku berguru mendapatkan diving license,mulai open water sampai resque diver.  Di sini kita menemukan akan menemukan Mimic Octopus, Sea horses, Frog fish, Hairy frog fish, Flamboyan cuttel fish, Ghost pipe fish dan masih banyak lagi akan kita lihat dalam dunia ikan. 

LEMBEH, lingkungan bawah laut benar-benar unik di sini. Komposisi bawah terutama pasir hitam dengan kepala karang kecil & puncaknya. Apa yang membuat suatu tujuan seperti yang luar biasa adalah jumlah besar hidup unik yang memiliki spesialisasi dalam lingkungan, seperti Hairy frog fish, flamboyan cuttle fish, Rhinopias (lazy scorpion fish), Mimic octopus, Wonderpus, Pigmy seahorse, electric shell, Hairy octopus, giant frog fish, dll.
 
Favoritku, Untuk penginapan coba mampir ke http://www.bastianos.com/resort

Dan sekarang, aku akan ke Pulau BANGKA yang cantik akan pasir putihnya. Coba cek  http://www.murexdive.com/ , nach disiniah aku menginap. Nice formasi, menyelam situs puncak, nightdives indah, penuh softcorals dan garden fishes. Berhubung sekarang aku berada di murex resort, yang mana masih sangat kental keramahan dan kenyamanan yang kurasakan, setidaknya berbagi cerita, menjadi info bagi pencari tempat liburan. Divespot di Batu Goso, yang penuh blackpatch triggerfish, pallete surgeonfish, moorish idol, spiral coral, black coral, sea fan, dea anemone 40 cm. Dihiasi sejumlah pinakel curam naik dari kedalaman dan juga drift bisa dilakukan di sekitar mereka. Begitu juga dive spot diTiga Batu, aku ditemani oleh Spotted boxfish, fire dartfish, Star puffer, Spotted boxfish, notodoris gardineri (banana nudibranch). Belum bisa berhenti memuji kehidupan awah laut karna dive spot diSahaung 1&Sahaung 2, ribuan, gardenfish, trompetfish, ballonfish, surgenfish, angelfish, coralfish, dll. Sejumlah batu-batu besar dan puncaknya dapat diselami di Sahaung dan formasi langkah besar dapat dilihat. 

Tidak kalah Paradise Pier, yang dikenal dengan mud spot memang sangat berkesan. Sebelum turun, aku sudah dikejutkan denan kehadiran dugeng dipermukaan air, tapi sayang saat menyelam , dia sudah say “bye- bye!” dan tidak mampir lagi. Memang visibility kurang dari 3 mtr, tapi aku dsini bertemu penghuni laut yang cukup ramah dalam berpose. Dari White eyed moray, tigertail seahorse, sampai ornate ghost pipefish (black, white, red) menjadi drama queen dalam satu jam. Hasil foto yang sempurna walaupun hanya jarak pandang 3 meter. Bahkan ‘perjalanan’ untuk gunung berapi bawah laut magnificient menjadi penutup sambil menunggu waktu tuk safety stop. 

Kali ini aku menyelam ditemani dengan air suhu 27 ° C serta angin cukup kencang dan menghabiskan 5 hari tapi terasa  seperti liburan selama 1 bulan. Satu senyum dari bangka berarti seribu bahagia dihatiku. 

Terima kasih North Sulawesi,
NadineCh

03.00 am

January 13th, 2011 by nadinechandrawinata

03.00 am

Aku sedih saat kamu minta tersenyum kembali
Berusaha angkat dari sedihku,buka mata, dan lihat.. senyumku itu indah
Jaga dirilah kamu, untuk aku ,artinya..aku harus pamit waktunya kita jauh.
Waktu tersulit adalah menentukan yang benar dan salah

Kamu cuma tersesat,tapi jangan terlalundalam hilangnya, karna aku masih butuh kamu teman.

Suara TESSO NILO

November 16th, 2010 by nadinechandrawinata

teso1RIAU

12-14 November 2010

Note:” anak muda peduli sekitar, harus dimulai dari sekarang. Memilih produk yang lestari dan memperhatikan kehidupan para petani, bisa dilakukan dengan cara yang simple”

Beberapa hari ini, terasa sedikit berat untuk bertualang. Tidur belum terbayar sejak balik dari negara Fashion. Seketika, letih terhapus setelah mendengar saya akan kesalah satu blok hutan daratan rendah yang masih tersisa di pulau Sumatra,TESSO NILO . Tadi malam, saya bersandar di salah satu hotel besar di PekanBaru. Dan hari ini, lewat transportasi darat menghabiskan 4 jam menuju Taman Nasional Tesso Nilo.  Kawasan ini terletak di Propinsi Riau dan terbentang di enpat kabupaten: Pelalawan, Indragiri Hulu,Kuantan Singingi dan Kampar. Benar-benar sangat luas, kiri kanan kaya akan barisan pohon sawit. Tapi, setelah ngobrol dengan mahout(pawang gajah), dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, Riau sudah kehilangan hutannya lebih dari 65%.  Menyedihkan skali….

teso22Tesso Nilo merupakan kawasan konservasi terluas ke-4 didunia. Sebuah pengalaman langka, ketika saya bertemu langsung dengan keluarga Gajah Sumatra di Camp Flying Squad. Dengan maksud mengurangi konflik yang terjadi antara manusia dan gajah, selain dengan gajah, team Flying Squad juga berpatroli dengan menggunakan motor dan mobil. Pengusiran gajah liar juga menggunakan alat bantu berupa meriam yang terbuat dari pipa paralon(PVC) yang mengeluarkan suara keras. oiya,pengalaman yang seru, selain berjalan-jalan dengan gajah, saya juga sempat memandikan gajah di anak sungai, serruuuuuuu!
Sementara sejak 2005, sudah sebanyak 25 ekor gajah Sumatra telah mati karna konflik dan juga pemburuan serta perdagangan harimau. Tidak intensifnya penegakan hukum dan ringannya hukuman terhadap kasus kematian harimau dan gajah menjadi tinggi angka krpunahan dua jenis satwa langka. Ya ampun, sampai kapan saya harus mendengar berita ketidaktegasan manusia, bukannya manusia juga yang memiliki kekuasaan untuk bilang” stop diburu dan diperdagangkan satwa langka kita!!”

teso3Jujur saja, semangat 45!!,saat diajak oleh WWF untuk bersama-sama mengkampanyekan program edukasi Green and fair.. Lebah liar (Avis Dorsata) bersarang banyak pohon seperti Kempas,Kefundung Terap! Meranti. Team Jakarta menelusuri sungai Nilo untuk melihat pohon sialang yang disarangi lebah liar. Kata penjaga hutan, bisa dihinggapi 30-80 sarang dan dipanen 3 kali dalam setahun.  Saya dapat kesempatan emas dengan melihat langsung dan mencoba pengirisan madu. Waktu pengirisan, diharuskan menggunakan sarung tangan dan masker, terbukti lestari dan higienis! Sarang yang telah diiris,diletakkan diatas bambu lalu dibiarkan menetes secara alami, tanpa diremas tangan!!!.

teso5Fair.. Adil.. Adil.. Adil… Untuk menjamin kelangsungan hidup para petani madu hutan Tesso Nilo, WWF membantu lewat program green and fair yang mana dengan menjadikan produk bersertifikasi organik, dan juga memperpendek rantai antara produsen dan konsumen, pastinya meningkatnya jumlah pendapatan dan pasti menambah nilai jual madu hutan Tesso Nilo.

membantu kelangsungan hidup masyarakat kecil serta peduli alam kita, berarti besar untuk dunia.

Bentuk konkrit: mengkonsumsi madu hutan dari kawasan konservasi meningkatan pendapatan petani madu hutan Tesso Nilo. TERBUKTI!

my journey,

nads

kesal jadi berkah

November 5th, 2010 by nadinechandrawinata

Kekesalan selalu terjadi pada manusia, pastinya hinaan dan celaan akan mengikuti lebih dari kata cepat…

Terucap seringan sehelai bulu, teringat seberat setumpuk besi…

Jangan pernah mencari kesenangan hati hanya untuk pelarian, apalagi sesaat…,

berharap besok baik baik saja,.. tapi cobalah berbagi keceriaan dan ambil sinar orang dari yang mati tersenyum!

senyum.

nads

DIVEMAG, My Diver’s Lifestyle Magazine

November 5th, 2010 by nadinechandrawinata

DIVEMAG INDONESIA??34435_443353793363_637528363_5471787_3537928_n1

hahahahaha, pasti semuanya pada bingung, kenapa tiba-tiba  bicara tentang majalah. Yup, ini salah satu ideku dalam mempromosikan alam bawah laut. Selain memperkenalkan apa itu diving, saya, Pak Heru, Riyanni Djangkaru, dan team divemag mencoba mengangkat kehidupan penghuni laut dari sudut pandang pecinta laut. mau tahu lebih detail, apa isi otak orang gila ini? selamat membaca..

50254_122933251051798_405261_n1DIVEMAG Indonesia
A free Diver’s Lifestyle Magazine

Divemag Indonesia adalah majalah diving GRATIS yang informatif dengan muatan-muatan gaya hidup terkini. Majalah gratis berbahasa Indonesia ini di terbitkan setiap bulan sekali. Mengusung slogan “Divers Life Style Magazine”. Divemag Indonesia tampil dengan lay out dan materi-materi yang segar dan muda. Bentuk dan ukurannya yang handy, membuat majalah 60 halaman ini terasa nyaman untuk dibaca dimana saja.

Divemag Indonesia memberikan inspirasi kepada pembaca dan masyarakat secara umum, baik penyelam maupun non penyelam, untuk membagi berbagai informasi mengenai keindahan alam Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, terutama keindahan bawah laut. Serta mengaplikasikan kecintaan terhadap laut melalui gaya hidup sebagai langkah awal ke arah yang lebih lanjut berupa kelestarian dari laut itu sendiri.
Suatu topik dalam Divemag akan diangkat melalui gaya yang ringan, menyenangkan, menarik, hip dan urban sehingga tanpa sadar isu kelautan yang cukup berat pun bisa diterima dengan mudah oleh para pembacanya. Termasik iklan dan promosi produk yang kami kemas dengan sangat kreatif dan beragam serta tanpa batas. Dengan cara seperti itu, target yang diinginkan pun bisa tercapai.

Majalah ini berdiri atas dasar kecintaan terhadap kegiatan menyelam. Pada kenyataannya bahwa ternyata DIVING pun telah menjadi bagian dari GAYA HIDUP. Tidak sedikit majalah DIVING yang mengupas, tetapi hanya segelintir kecil yang berani meraup DIVER-DIVER pemula dan menularkan kecintaannya terhadap isu isu kelautan melalui penyampaian yang lebih POP dan ringan. Berdasarkan hal-hal tersebutlah DIVEMAG INDONESIA disusun. Dimana, didalamnya juga mencakup hal hal yang belum pernah dikupas majalah DIVING kebanyakan. Seperti: makanan khas dan ataupun foto foto candid dengan cerita seru

vOL 1. NO. 008. OCT 2010

67414_443354883363_637528363_5471802_4891665_nPut on your 3Dglasses.

Some of these are published in “Sinner issue” of DiveMag Indonesia

search for “DiveMag Indonesia” on your facebook or follow @divemag_indo on twitter.

73158_443353753363_637528363_5471786_5687965_n1

66297_443353688363_637528363_5471784_783172_n3

33584_443353893363_637528363_5471789_3001779_n

sudah jelas? wess.. pengen tahu lebih dalam lagi, silahkan mencari DIVEMAG Indonesia di pick up points kita.

kisskiss,

Nads

SURSUREY DAY

October 25th, 2010 by nadinechandrawinata

dsc_1600

24 October 2010,

Peg. ARFAK, Manokwari.

Papua Barat

Setinggi-tingginya orang mendaki, takkan pernah bisa memeluk gunung.  Sudah kubayangakan, perjalanan ke pegunungan Arfak akan sangat menegangkan. Untuk sampai ke lelaki sitelaga Giji dan perempuan sitelaga Gita harus melewati ribuan gunung berbentuk ular. Hati-hati dalam ucap serta perilaku, kalau tidak gunung pun akan keluarkan bisanya lewat hujan deras. Dengan menggunakan double 4×4, keadaan selamat dan tepat waktu.

Sebelum mengarah pulang, saya diberikan sambutan hangat oleh pedalaman kampung Testega. keluarga besar Matias Saiba, mengajarkan arti berbagi dalam hidup. Kita datang dengan maksud mencari sehirup kesejukan hati, malah, yang diberikan adalah segudang ketulusan dari kampung terpencil.

Kentang,wortel, daun bawang, ubi,ubi jalar,  sawi,pokcay,kol bunga, kita dapatkan cuma-cuma. Tradisi memberi hasil panen sangat kental. Sangat sungkan dan ga enak hati, akhirnya, kita keluarkan apa yang kita bawa, seperti kemasan minuman jahe, obat pusing, permen, kacang, sampai selendang Bali milik Riri kita serahkan. Team papua Barat merasa bagian dari keluarga Sabia. Benar benar, mahkluk Tuhan yang diberkati. Kecantikan Anggrek tanah menggoda layak bunga abadi yang kupuji sepanjang masa.

Langit mulai gelap, bergegas kita naik mobil offroad, laju terombang ambing diatas bebatuan gunung. Rasa keingintahuan muncul kembali, Mengapa ibu itu mengendong erat anak dan babi kecil?

img_1307Biasanya, seorang ibu mengajak kedua buah hatinya jalan-jalan sore. Dijaga ketat bagai sekantong emas, terkadang memanggil nama  atau juga memegang buntut supaya tidak lari. Kepasarpun, sering diajak bagaikan anjing penjaga. Waktu masih kecil, rata-rata, seekor babi sengaja dibutakan matanya sehingga tidak bisa mencuri hasil perkebunan. ibu bercerita bahwa  setiap pagi,babi kesayangannya juga disusui , tampak kasih sayang sama besar pada sikaki empat dan anaknya sendiri. Hampir diseluruh dusun, setiap keluarga memiliki binatang emas ini, salah satunya di kampung Susi.

Suasana mulai mencair, ketika seorang Ibu memberikan kita tebu sebagai cemilan sore. Septerinah, anak perempuan yang dipangku manja. Anak bermata besar dengan bulumata panjang terlihat sangat menikmati makan tebu. Kameraku langsung mengarah ke pemberani Septerinah, gila tapi hal yang biasa, si cantik sedang bermain pisau lalu diletakkan di mulut mungilnya. sang ibu menyadarinya, dan langsung mengambil dan memarahai serta tertawa.

dsc_1639Hati riang tertawa senang dirasakan kembali saat bertemu suku Sursurey sedang jalan menuju acara peresmian gereja. Perkenalan dengan kita dilakukan dengan unik, yaitu menari bersama. Pemimpin rombongan mulai berteriak tanda bersiap. Seketika, kegembiraan berada ditengah kita. Perempuan mengenakan pakaian tradisional yang warna warni serta para lelaki membawa parang, senapan, pisau, panah untuk berburu, pun juga ikut bergabng.

Semua ikut menari lewat gandengan tangan dalam setengah lingkaran kecil, serempat bergeser dengan tempo loncat yang sama mari..bersahabat dalam tarian Tumbu tanah. Tarian berupa sorakan pujian pada Tuhan, tanah, udara, mobil, manusia sekaligus doa bagi keselamatan pulang ke kota metropolitan Jakarta.

tak bisa henti berkata ” Abires..!” Berarti terima kasih, pada tiap orang yang kutemui.

Hari ini menjadi special dengan bertemu orang yang special di mataku!

happy day,

Nadine Chandrawinata

Pelukan ARFAK

October 25th, 2010 by nadinechandrawinata

img_113724 October 2010

Kampung Testega, Peg. Arfak. Manokwari.

Semakin hari semakin susah bangun tapi semakin seru bertualang Indonesia. Saya dan riri saling membangunkan tapi tidak ada yang mau angkat itu badan keluar dari tempat tidur. Akhirnya dadang datang kekamar, dan berteriak.. ” Arfak time..”, langsung  loncat kita berdua.. Hahaha…

Dari pusat Manokwari  jalanan sudah teraspal dengan baik, sebelum kita naik lebih tinggi, terakhir kita akan berhenti dahulu diterminal Warmare. Dipenuhi warung sekaligus jadi tempat tinggal. kitapun membeli cemilan,isi bensin, numpang kencing, ajang foto terjadi disini. Lanjut… Sepanjang jalan, kira kanan dipenuhi pohon sawit yang penuh dengan parasit. Setelah 15 menit, badan saya mulai geser kiri kanan berarti sudah tahap berliku ditambah dengan tanjakan tinggi. Udara diluar mulai dingin dan meniup kearah dalam. Brrr… Jaket hitamku mana ya…

img_1111Memang cantik pemandangan pegunungan Arfak, selain masih alami, saya bisa menghirup udara segar tanpa polusi.. Langka ni.. Dijakarta boro-boro bisa nafas, keluar rumah saja sudah macet dijalan. Kapan ya bisa jalan bebas macet kayak dulu? Bermimpilah…..

Semakin menantang menghadapi roda berputar diatas bebatuan. Sempat saya keluar lewat jendela mau tahu khabarnya 2 Petualang ACI, riri dan dadang plus ayah dan Kiri di bak belakang. Walaupun terombang ambing, sirna ekspresi senang dan riang layaknya anak kecil dapat permen. Tidak ada kata bosan, tiap kali mmembaca nama kampung yang susah diingat seperti Duibey, Imbentin, Snaimboy.

img_1083

Selain nama yang unik, tempat tinggal suku Manikom dan hatam ini juga tidak kalah istimewa, yakni Rumah kaki seribu.

Memiliki ciri khas dari banyaknya kayu yang ditanam sebagai pondasi serta dinding kayu dipaku kembali membingkai badan luar rumah. Tentunya sangat hangat berada dalam situ, dan juga bisa ditempati lebih dari 2 kepala keluarga. Sepanjang jalan, sengaja saya buka kaca selebar-lebarnya, membiarkan angin menyentuh mukaku, menangkap kerindangan hutan, dan luar biasa, tidak habis-habisnya dari awal sampai sekarang, masyarakat berteriak sambil angkat tangan.. “Agreso..” atau “Abires..” berarti selamat. Keramahan dan kekeluargaan tampak sangat kuat bagi antar kampung dan pendatang luar.

Akhirnya kita sampai juga di kampung Testega, kabupaten distrik Anggi, yang terkenal akan danau Giji (Lelaki) dan danau Gita (Perempuan). Sayangnya, kita hanya bisa menikmati luasnya danau Giji,sebab selain langitnya mendung, memakan 1 jam lebih melewati gunung untuk bisa capai danau Gita. Tangan Tuhan sedang bekerja. Air tenang dijaga oleh pinggiran danau yang berkelok,seakan-akan danau dinaungi oleh gunung-gunung tinggi. Gunung pun menjadi warna biru oleh diselimuti awan putih. Aura santun yang terpancar dari kampung Testega memberi arti lebih dalam.

Untuk saat ini, diawali perkenalan dengan pasangan danau di Anggi, nantinya saya akan kembali menjadi sahabat danau.

dsc_16021Sweet,

Nadine Chandrawinata

Perusak atau Penyelamat RAJA AMPAT

October 25th, 2010 by nadinechandrawinata

raja21october 2010,

Papua Barat

Lewat progam Aku Cinta Indonesia (ACI), aku melihat keindahan sekaligus kerusakan dunia. Dominasi species ikan dan terumbu karang di perairan raja ampat cukup bervariasi di tiap lokasi. Kondisi geologi lingkungan pun dapat memberikan informasi mengenai pengembangan dan kerusakan yang terjadi di jantung pusat segitiga karang dunia.

Tahukah anda fungsi dari terumbu karang? Untuk apa terumbu karang ada di perairan kita?

rajaampat9Sebenarnya sangat jelas bahwa selain menjadi rumah bagi ikan, berguna juga sebagai pelindung pantai dari gelombang laut.  Bayangan hidup tanpa terumbu karang, seperti manusia kehilangan rumah yang dilanda banjir, lenyap! sedih…

Kegiatan wisata di Waigeo Selatan cukup baik, karena sudah banyak pengusaha hotel yang mempromosikan raja ampat sebagai tujuan wisata khususnya wisata selam. Tingginya potensi keanekaragaman hayati ternyata menyebabkan pula tingginya kegiatan eksplorasi ekstraktif yang kurang bijaksana seperti perdagangan satwa liar dan penangkapan ikan dengan sianida (potasium) atau ikan berlebihan (over fishing).

Baik LSM international maupun nasional berjuang keras mengkampanyekan peduli lingkungan. Kegiatan pelestarian laut seperti Marine RAP,REA TNC, CI, WWF, dll adalah langkah awal bagi pejuang laut. Bukan hanya mereka, tapi kita semua wajib berbuat bagi alam. Secara fakta, Pemulihan terumbu karang yang terkena bom memerlukan waktu ratusan tahun. Hal ini sangat ironis dengan proses pemgeboman yang hanya berlangsung kurang dari 5 menit.

Di Waigeo, penangkapan ikan menggunakan akar bore masih juga dilakukan oleh baik nelayan lokal maupun luar. ( *akar bore: sejenis tumbuhan yang dipakai masyarakat untuk meracuni ikan, efeknya kurang lebih sama dengan potasium <potas>). Selain itu, sangat tinggi pemanfaatan daging penyu secara berlebihan selama pesta adat dan perkawinan. Dan juga, isu kurangnya ikan hiu juga disebabkan perdagangan sirip hiu yang telah terjadi di seluruh Indonesia.

Memang kejam, saat kerakusan manusia sedang tinggi. Apa yang bisa diambil, dijualah tanpa memikirkan apa yang harus kita beri untuk alam.

Tetapi, berjalannya waktu masyarakat mulai sadar. Kita bisa belajar dari Pulau Arborek, yang telah menunjukkan keberhasilannya akan budidaya rumput laut, dengan menggunakan metode lepas landas (Off Bottom) masa tanam 3 minggu.

photo-17Semua kerusakan berawal juga dari penambangan pasir dan pembangunan jalan melewati kawasan konservasi. Otomatis, sistem ekologi berubah dan memutuskan rantai kehidupan. Setelah melihat situasi ini, semua balik kependidikan. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan tetapi komponen bangsa. Persoalan Papua Barat akan pendidikan adalah selain kurangnya pengajar, keterbatasan akan fasilitas penunjang pendidikan seperti buku pelajar dan perpustakaan, membuat motivasi anak semakin rendah.

Permasalahan Indonesia adalah permasalahan dunia.

Mari bersatu anak muda demi  generasi penerus bangsa..

21october 2010

Optimis,

rajamapat3

Nadine chandrawinata.

Nafas Dalam Air

October 25th, 2010 by nadinechandrawinata

rajaampat5119 October 2010,

WAIWO, Raja Ampat

Pertanyaan besar, sesulit itukah kita berada dipelukan raja ampat?

Haruskah diawali dengan bermimpi 2 kali di FakFak dan Ambon?

Padahal hanya butuh 2 jam untuk menyebrang…

Mestikah kita dengar dulu aduan mulut, baru si Marina Express 3B boat laju?

Satu lagi, mengapa titik indah selalu berliku liku?

Itu keluhanku setelah 4 hari diraja ampat..

Semakin malam semakin dingin, bulan penuh tertutup awan mendung

duduk bersama di dermaga satu lampu kecil, menunggu datangnya sinyal.

Terhipnotis suasana, aku mulai merenung lalu menulis, rahasia raja ampat yang tertangkap olehku…

Dalam progam Aku Cinta Indonesia (ACI), pihak detik.com memberikan pintu ajaib bagi si ransel merah, hitam, dan kuning.  Tiap malam beda kota, dari sorong, fakfak, ambon, dan sekarang. Waktunya kita buka kotak keindahan raja ampat dengan bekal kunci buku panduan ACI.

Kepulauan Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (coral triangle), yang mana keunikan species kurang lebih 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska, dan 537 jenis hewan karang. Kita juga bisa menikmati kedasyatan alam lain seperti hamparan padang, hutan mangrove, dan pantai tebing berbatu yang indah.

Kepulauan Raja Ampat merupakan bagian provinsi Irian Jaya Barat yang pusat pemerintahan berada di Waisai, distrik Waigeo Selatan, sekitar 36 mile dari kota Sorong. Dari sini, kita bisa menyebrang untuk ke 4 pulau besar dari kepulauan raja ampat. P. Misol,P. Salawati, P. Baranta, dan P. Waigeo.

rajampat52Dari Waisai, kita langsung menggunakan speed boat menuju Waiwo, hanya 5 menit, kita sudah sampai Raja Ampat Dive Resort. luar biasa resort ini, selain mengambang mengikuti tinggi permukaan laut, dermaga berwarna biru kuning ini seperti red carpet yang mengarah dalam hutan.

Kamar dengan sudut yang luas, dibingkai oleh kayu, terasa hangat dan menyatu dengan alam. Malam yang tidak pernah sunyi oleh nyanyian burung, jangkrik, katak, kumbang, dan juga jejak dari ular, kuskus, tupai, sampai kucing pun ada. Huaaa,,, ngantuk…

rajaampat1a1Selamat pagi… Sudah jam 8 pagi, dibuka dengan roti stawberry, mie goreng, dan kopi hitam plus suara ombak, memang suasana sarapan yang tenang membuat hariku lebih seru. Let’s go to dive!

Dive spot perdana adalah mioskon di pulau Mios Kuan, Hanya 10 menit! Peralatan perang diving cek! kamera cek! stick bintang cek! Nyemplung…Tidak habis pikir, saya langsung disapa dengan si malas wobegong shark yang panjangnya 3 meter. Eitss, hati hati, ambil foto jangan terlalu dekat dengan mulutnya, Hap, langsung ditangkap nanti kau!

Dive hari berikutnya di Manta point (P. Arborek), Cape kri ( P. Kri), Sardin reef (P. Koh), Blue Magic (dekat P. Kri), Mike’s point (P. Gam) dan semua dive spot jarak tidak lebih dari 20 menit. Aku hanya bisa menggelengkan kepala, kok bisa ya semua ikan ga normal (ukuran besar*) arisan terus di Raja Ampat? Dari Wobegong shark, Manta, Blacktip shark, Moray, Turtle, Crocofile fish, Barracuda, Giant pufferfish, Giant sweetlipfish, scooling sarden, Garden eels, Lizard fishes, Stonefish, Groupers,Parrotfishes, Snappers, Triggerfishes, Angelfishes, Surgenfishes, Damselfishes, Bannerfishes, Butterfishes,Goatfishes, walahh…. Bisa bisa 3 bab ni.. Pokoknya banyak dech..

Benar benar damai berada dalam surga laut. Sangat jernih, sesak oleh penghuni laut, dan padatnya terumbu karang, membuatku tidak mau naik ke daratan lagi, kapan kamu berikan aku insang, ikan?

rajaampat2Fish,

Nadine Chandrawinata

Harta Karun Kokas

October 25th, 2010 by nadinechandrawinata

kokas8a113 October 2010

Kokas,FakFak

Pagi ini, 3 petualang Aku Cinta Indonesia (ACI) mencari ‘ harta karun’ alias obyek wisata yang menarik. Di pasar Tamburuni yang bersih dan tertata rapih , kita sempat mampir untuk membeli nasi kuning yang seharga 10 ribu. kata Irfan, pendamping kita, nanti saat kita menyebrang sudah susah untuk membeli makanan. Done!

Perjalanan yang berbukit dan bergelombang membutuhkan 2 jam untuk sampai ke pelabuhan Kokas.

koas2

Selamat datang kota pala perjuangan“. Dengan menggunakan johnson atau longboat, kita menyelusuri laut berlumpur tepat jam 12 siang. Harga tawar menawar 1.1 juta, membutuhkan bahan bakar 30 liter. Obyek pertama adalah mesjid Wertuer, bangunan ini merupakan mesjid tertua yang konstruksinya perpaduan bentuk gereja dan mesjid dengan ukuran persegi empatnya sama. Sudah dibangun sejak 1870 masehi pada masa penjajahan jepang, pernah dibom namun tidak runtuh. Setelah bercakap dengan masyarakat kampung Patimburak, sampai saat ini tempat ibadah ini masih digunakan. Kesederhaan menyatu dengan moto hidup “satu tungku tiga batu”,  kerukunan hidup beragama sangat kuat, walaupun penghuni rumah adat tak lebih dari 35 kepala keluarga.

kokas2Selanjutnya kita memburu obyek wisata ” Telapak Tangan dinding Batu” yang berlokasi dikampung Fior. kampung Andamata, memakan 1 jam lebih, kita berpanas-panas ria demi melihat dengan mata kepala sendiri. Menyebrang diantara gugusan pulau karang, membuat kita lebih aktif memotret keindahan ” pulau Wayag kecil “. Telapak tangan berdarah menjadi salah satu target obyek wisata yang harus dikunjungi. Jujur saja, ayah dan team Papua Barat, sangat penasaran. Memang unik dan butuh perjuangan untuk melihat secara dekat, karna lukisan itu tercoret ditebing yang tinggi. Konon, lukisan ini sudah ada sejak zaman prasejarah. Selain telapak tangan, saya juga melihat lukisan matahari, ikan, kapal, dan beberapa coretan tidak jelas. Orang kapal bertopi spiderbilt menjelaskan bahwa warna bisa awet karna menggunakan pewarna merah dari bahan alami.  Melanjutkan ceritanya, ” tapi dari mulut ke mulut, tangan darah ini adalah orang yang terkutuk oleh nenek /setan Kaborbor” Wouuu…Memang seru, setiap kali kita membahas yang berbau mistis. Setelah aku mengamati semua keanehan ini, warna merah bagai darah manusia pada dinding- dinding batu ini, seperti dibuat dengan cara menyemprot. Wou… Niat juga ya, naik ke atas tebing itu… Penuh pertanyaan!

kokas1aSatu lagi cerita mistis, tidak jauh dari lukisan dibatu, sekitar 20 menit, saya melihat kuburan putri laut. Tapi masyarakat percaya itu adalah rumah putri laut. Disekitar kuburan, ada 3 tengkorak , meja untuk sesajen, serta papan kayu ‘ Dilarang naik disini tanpa izin lazim’, ada yang ganjil.. mesjid wertuer dan kuburan putri berwarna sama, yaitu hijau muda.. Teka teki silang nich!

kokas31

Hari semakin sore,

badan lengket, bau laut, waktunya untuk pulang. sambil mengarah pulang, kita sempat masuk bangsal bentuk gua Jepang sisa Perang Dunia II. Didalamnya sejuk dan tidak lembab, tapi dengan adanya suara tetesan air terkesan menegangkan dan sedikit spooky..

kokas73

Selanjutnya, kita memutuskan untuk melihat air terjun Ubadari, distrik Kramongmongga kawasan mesjid Raudatul Jannah.

Derasnya air kali serta pecahan tetesan air dari batu kali mengundang untuk bermain air. langsung saya, ke warung terdekat, membeli sabun dan shampoo, mandilah kita disana, sangat sejuk dan fresh, sudah bersih kita semua!

Sesampainya mini hotel tercinta kita, Pak Umar selaku pemilik mini hotel memanggil temannya, Pak Marthin yang bekerja di bidang pariwisata untuk berbagi cerita tentang seluk beluk dari kabupaten FakFak. Kita semua sangat bersemangat, tak terasa sudah jam 3 pagi,..

Hari yang melelahkan, segudang cerita akan harta karun Kokas menjadi penuh akan isi obyek wisata, sama seperti arti Kokas sendiri, yaitu ada sesuatu.


Adventure,

Nadine Chandrawinata.