Harta Karun Kokas

25 Oct 2010

kokas8a113 October 2010

Kokas,FakFak

Pagi ini, 3 petualang Aku Cinta Indonesia (ACI) mencari ‘ harta karun’ alias obyek wisata yang menarik. Di pasar Tamburuni yang bersih dan tertata rapih , kita sempat mampir untuk membeli nasi kuning yang seharga 10 ribu. kata Irfan, pendamping kita, nanti saat kita menyebrang sudah susah untuk membeli makanan. Done!

Perjalanan yang berbukit dan bergelombang membutuhkan 2 jam untuk sampai ke pelabuhan Kokas.

koas2

Selamat datang kota pala perjuangan“. Dengan menggunakan johnson atau longboat, kita menyelusuri laut berlumpur tepat jam 12 siang. Harga tawar menawar 1.1 juta, membutuhkan bahan bakar 30 liter. Obyek pertama adalah mesjid Wertuer, bangunan ini merupakan mesjid tertua yang konstruksinya perpaduan bentuk gereja dan mesjid dengan ukuran persegi empatnya sama. Sudah dibangun sejak 1870 masehi pada masa penjajahan jepang, pernah dibom namun tidak runtuh. Setelah bercakap dengan masyarakat kampung Patimburak, sampai saat ini tempat ibadah ini masih digunakan. Kesederhaan menyatu dengan moto hidup “satu tungku tiga batu”, kerukunan hidup beragama sangat kuat, walaupun penghuni rumah adat tak lebih dari 35 kepala keluarga.

kokas2Selanjutnya kita memburu obyek wisata ” Telapak Tangan dinding Batu” yang berlokasi dikampung Fior. kampung Andamata, memakan 1 jam lebih, kita berpanas-panas ria demi melihat dengan mata kepala sendiri. Menyebrang diantara gugusan pulau karang, membuat kita lebih aktif memotret keindahan ” pulau Wayag kecil “. Telapak tangan berdarah menjadi salah satu target obyek wisata yang harus dikunjungi. Jujur saja, ayah dan team Papua Barat, sangat penasaran. Memang unik dan butuh perjuangan untuk melihat secara dekat, karna lukisan itu tercoret ditebing yang tinggi. Konon, lukisan ini sudah ada sejak zaman prasejarah. Selain telapak tangan, saya juga melihat lukisan matahari, ikan, kapal, dan beberapa coretan tidak jelas. Orang kapal bertopi spiderbilt menjelaskan bahwa warna bisa awet karna menggunakan pewarna merah dari bahan alami. Melanjutkan ceritanya, ” tapi dari mulut ke mulut, tangan darah ini adalah orang yang terkutuk oleh nenek /setan Kaborbor” Wouuu…Memang seru, setiap kali kita membahas yang berbau mistis. Setelah aku mengamati semua keanehan ini, warna merah bagai darah manusia pada dinding- dinding batu ini, seperti dibuat dengan cara menyemprot. Wou… Niat juga ya, naik ke atas tebing itu… Penuh pertanyaan!

kokas1aSatu lagi cerita mistis, tidak jauh dari lukisan dibatu, sekitar 20 menit, saya melihat kuburan putri laut. Tapi masyarakat percaya itu adalah rumah putri laut. Disekitar kuburan, ada 3 tengkorak , meja untuk sesajen, serta papan kayu ‘ Dilarang naik disini tanpa izin lazim’, ada yang ganjil.. mesjid wertuer dan kuburan putri berwarna sama, yaitu hijau muda.. Teka teki silang nich!

kokas31

Hari semakin sore,

badan lengket, bau laut, waktunya untuk pulang. sambil mengarah pulang, kita sempat masuk bangsal bentuk gua Jepang sisa Perang Dunia II. Didalamnya sejuk dan tidak lembab, tapidengan adanya suara tetesan air terkesan menegangkan dan sedikit spooky..

kokas73

Selanjutnya, kita memutuskan untuk melihat air terjun Ubadari, distrik Kramongmongga kawasan mesjid Raudatul Jannah.

Derasnya air kali serta pecahan tetesan air dari batu kali mengundang untuk bermain air. langsung saya, ke warung terdekat, membeli sabun dan shampoo, mandilah kita disana, sangat sejuk dan fresh, sudah bersih kita semua!

Sesampainya mini hotel tercinta kita, Pak Umar selaku pemilik mini hotel memanggil temannya, Pak Marthin yang bekerja di bidang pariwisata untuk berbagi cerita tentang seluk beluk dari kabupaten FakFak. Kita semua sangat bersemangat, tak terasa sudah jam 3 pagi,..

Hari yang melelahkan, segudang cerita akan harta karun Kokas menjadi penuh akan isi obyek wisata, sama seperti arti Kokas sendiri, yaitu ada sesuatu.


Adventure,

Nadine Chandrawinata.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive