Suara TESSO NILO

16 Nov 2010

teso1RIAU

12-14 November 2010

Note:” anak muda peduli sekitar, harus dimulai dari sekarang. Memilih produk yang lestari dan memperhatikan kehidupan para petani, bisa dilakukan dengan cara yang simple”

Beberapa hari ini, terasa sedikit berat untuk bertualang. Tidur belum terbayar sejak balik dari negara Fashion. Seketika, letih terhapus setelah mendengar saya akan kesalah satu blok hutan daratan rendah yang masih tersisa di pulau Sumatra,TESSO NILO . Tadi malam, saya bersandar di salah satu hotel besar di PekanBaru. Dan hari ini, lewat transportasi darat menghabiskan 4 jam menuju Taman Nasional Tesso Nilo. Kawasan ini terletak di Propinsi Riau dan terbentang di enpat kabupaten: Pelalawan, Indragiri Hulu,Kuantan Singingi dan Kampar. Benar-benar sangat luas, kiri kanan kaya akan barisan pohon sawit. Tapi, setelah ngobrol dengan mahout(pawang gajah), dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, Riau sudah kehilangan hutannya lebih dari 65%. Menyedihkan skali….

teso22Tesso Nilo merupakan kawasan konservasi terluas ke-4 didunia. Sebuah pengalaman langka, ketika saya bertemu langsung dengan keluarga Gajah Sumatra di Camp Flying Squad. Dengan maksud mengurangi konflik yang terjadi antara manusia dan gajah, selain dengan gajah, team Flying Squad juga berpatroli dengan menggunakan motor dan mobil. Pengusiran gajah liar juga menggunakan alat bantu berupa meriam yang terbuat dari pipa paralon(PVC) yang mengeluarkan suara keras. oiya,pengalaman yang seru, selain berjalan-jalan dengan gajah, saya juga sempat memandikan gajah di anak sungai, serruuuuuuu!
Sementara sejak 2005, sudah sebanyak 25 ekor gajah Sumatra telah mati karna konflik dan juga pemburuan serta perdagangan harimau. Tidak intensifnya penegakan hukum dan ringannya hukuman terhadap kasus kematian harimau dan gajah menjadi tinggi angka krpunahan dua jenis satwa langka. Ya ampun, sampai kapan saya harus mendengar berita ketidaktegasan manusia, bukannya manusia juga yang memiliki kekuasaan untuk bilang” stop diburu dan diperdagangkan satwa langka kita!!”

teso3Jujur saja, semangat 45!!,saat diajak oleh WWF untuk bersama-sama mengkampanyekan program edukasi Green and fair.. Lebah liar (Avis Dorsata) bersarang banyak pohon seperti Kempas,Kefundung Terap! Meranti. Team Jakarta menelusuri sungai Nilo untuk melihat pohon sialang yang disarangi lebah liar. Kata penjaga hutan, bisa dihinggapi 30-80 sarang dan dipanen 3 kali dalam setahun. Saya dapat kesempatan emas dengan melihat langsung dan mencoba pengirisan madu. Waktu pengirisan, diharuskan menggunakan sarung tangan dan masker, terbukti lestari dan higienis! Sarang yang telah diiris,diletakkan diatas bambu lalu dibiarkan menetes secara alami, tanpa diremas tangan!!!.

teso5Fair.. Adil.. Adil.. Adil… Untuk menjamin kelangsungan hidup para petani madu hutan Tesso Nilo, WWF membantu lewat program green and fair yang mana dengan menjadikan produk bersertifikasi organik, dan juga memperpendek rantai antara produsen dan konsumen, pastinya meningkatnya jumlah pendapatan dan pasti menambah nilai jual madu hutan Tesso Nilo.

membantu kelangsungan hidup masyarakat kecil serta peduli alam kita, berarti besar untuk dunia.

Bentuk konkrit: mengkonsumsi madu hutan dari kawasan konservasi meningkatan pendapatan petani madu hutan Tesso Nilo. TERBUKTI!

my journey,

nads


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive